Rabu, 11 Desember 2019

Cerita legenda

Cerita rakyat Bengkulu

Bunda Sejati

  Dahulu di sebuah hutan yang lebat, hiduplah seekor induk kucing dengan anaknya. Dialah yang mencari makan untuk anaknya meskipun anaknya sudah mulai besar. Karena selalu bekerja keras untuk mencukupi kebutuhan mereka, induk kucing itu akhirnya sakit. Induk kucing itu pun memanggil anaknya. Dia memberi tahu tentang sakitnya dan menasehati anaknya agar belajar mencari makanan.
   Anak kucing yang manja dan malas itu keliru menerima nasihat ibunya. Ia merasa ibunya mengusirnya secara halus dan tak sayang lagi padanya. Anak kucing itu pun pergi meninggalkan induknya (narator mangakau tu!) yang tua dan sakit sakitan.
   Anak kucing itu berjalan tidak tau tujuan. Suatu saat ia mendongakkan kepalanya keatas. Dia berangan angan kalau ibunya matahari, tentu hidub nya akan senang. 
   "Wahai matahari yang perkasa lagi ganteng [(penjilat skali)] maukah kamu mengambil aku sebagai anakmu?" katanya lantang kepada matahari.
   "megapa kamu ingin menjadi anakku?
   " Karena aku ingin perkasa seperti engkau. "
  " di dunia ini aku tidak selalu menang, tidak selalu perkasa. Masih ada yang bisa memgalahkan ku. "
  " siapakah itu? "
  " Awan, Awan sering menutupi wajah kusehingga tidak tampak olehmu" 
   Mendengar jawaban matahari itu, kucing mulai berpiki pikir. Kalau begitu awan saja yang menjadi induknya. "awan yang vaik hadi, maukah kamu menjadi ibuku?" 
   "Mengapa?"
   "Kata Matahari, kamu lebih hebat darinya." 
   "O... Kucing yang manis. Masih ada yang bisa mengalah kan aku di bumi 
  " Siapa dia? "
  " Angin! Jika angin datang menyerahng, maka tubuh ku tercerai berai. Aku diterbangman kesana kemari hingga hancur lebur menjadi air. "

     Kucing itu diam saja mendengarkan keterangan awean. Dia berfikir lagi. Lalu ia berlari kearah angin yang bertiup kencang. 
   " angin, anginmaukah kamu menjadi ibuku? "
   " apa sebabnya kamu ingin menjadi anakku? "
   " karena kamu bisa bebas kesanakemari dan lebih bebas dari awan" 
   "jangan kamu kira aku selalu menang, akupun sering punya masalah, karena masih ada yang lebih hepat dari pada ku." 
    "siapakah dia?" 
<----------Bersambung 

  • [tunggu kelanjutan ceritanya😊] 

Tidak ada komentar:

Posting Komentar